Menurut Kantor Berita ABNA,Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab, Hossam Zaki hari Kamis (11/6/2020) menyampaikan penentangan keras terhadap kehadiran militer Turki di Libya.
"Ankara hanya mengejar kepentingan politik, militer dan ekonominya di Libya," ujar pejabat Liga Arab Kamis malam.
"Turki bersembunyi di balik perjanjian dengan Pemerintahan Persatuan Nasional Libya," tegasnya.
Turki secara resmi mendukung Pemerintahan Persatuan Nasional Libya pimpinan Fayez al-Sarraj, yang sedang terlibat konflik dengan kubu Tentara Nasional Libya pimpinan Khalifa Haftar.
Pada 27 November 2019, Turki menandatangani dua nota kesepahaman kerja sama keamanan dan demarkasi perbatasan maritim dengan Pemerintahan Al-Sarraj demi mengeksplorasi dan mengekstraksi sumber daya energi di Laut Mediterania.
Langkah Ankara ini menuai kritik keras dari Mesir, Yunani, Siprus, dan kubu Jenderal Haftar.
Libya dilanda kekerasan dan instabilitas politik sejak revolusi 2011, yang menyebabkan tergulingnya diktator Libya Muammar Gaddafi. (PH)
342/